-->
lm2ehI3jonma4uzm1pDxTuKLeJW1muj7wMTB5q1K

Ngaji[combine]

Baper[oneright]

Review[oneleft]

Cerpen[three](3)

Lifestyle[hot](3)

Kisah[two]

Aksara[dark](3)

    Page

    Bookmark

    Belajar Menghargai Waktu

    Berawal dari status sahabat. Dia menulis di BBM, "andai besok Sabtu, enak kali ya, udah gak mikir UAS." Saya mengomentari sekenanya. " Diloncat aja harinya!"

    Sejurus kemudian, saya sadar. Ternyata, kita tidak bisa melompati waktu. Pun pula tidak bisa memutar balik waktu. Besok tidak akan bisa menjadi sekarang. Sekarang, tidak bisa menjadi besok. Kemaren tidak bisa jadi sekarang. Waktu tidak bisa diutak-atik.

    Mungkin karena itulah, para Ulama sangat menghargai waktu. Diceritakan, ada salah satu ulama, yang ketika makanpun digunakan untuk menulis. Jika makan, pembantu beliau menyuapi, sedangkan beliau terus menulis. Karena beliau tidak ingin waktu habis karena hal sepele sperti makan. Dahsyat bukan?

    Kita? Sudahkah kita mengisi waktu dengan sesuatu yang berguna? Entahlah. Kadang, kita begitu asyik dengan senyum dan tawa. Kita lupa, bahwa dunia ini ada waktunya. 

    Sadarkah kita, ketika waktu berlalu, satu detik pun tak dapat kita putar ulang. Besok masih ada? Besok waktu yang lain. Bukan yang kemaren. 

    Saya teringat sesuatu. Katanya, nanti di akhirat, sesuatu yang paling disesalkan adalah waktu yang hilang tanpa ingat Allah. Lalu, sudah berapa lama waktu yang kita buang tanpa ingat Allah? tanpa sesuatu yang bermenfaat? Innalillah.

    Allahumma Barik Lana Fi Awqotina. Semuga Allah memeberkahi waktu kita.

    Semuga kita bisa belajar menghargai waktu, seperti ulama di atas. Semuga kita bisa mengisi waktu dengan hal yang bermenfaat. Yang bisa kita petik nanti di akhirat. Amin..!!

    Posting Komentar

    Posting Komentar