Guru Ngaji yang Sabar

Mungkin beginilah nasib seorang guru ngaji. Harus menunggu. Menunggu muridnya datang. Tak apalah. Untuk kebaikan, kadang kita memang harus mengalah. Mengalah bukan berarti kalah. Sebab, jika dengan mengalah kita dapat mengajari mereka membaca al-Quran, bukankah itu malah baik?



Coba saja kita egois. Telat sedikit saja murid kita, kita tinggalkan. Kapan bisanya murid kita? Mereka memang pasti banyak telatnya. Ini kan Surabaya. Apalagi saya hanya ngeles biasa. Tidak formal yang pasti ada aturannya. Kalau ngeles, ya suka-suka lah.

Jadi, kita memang harus sabar menunggu. Agar anak-anak Muslim bisa membaca Al-Quran. Niati yang benar. Niati untuk menzakati ilmu. Niati karena Allah. Insyaallah, kita akan rida menjalaninya.

Related

My Story 2769719565614238242

Post a CommentDefault Comments

emo-but-icon

Ads

Hot in week

Recent

Comments

randomposts
item