3 Hal Ini yang Saya Tidak Suka dari Bapak Jokowi

loading...
https://www.flickr.com/photos/143305792@N03/46200839961/in/photolist-2doBo7e-pKtZVQ-psGoKB-dwwGQn-goRmrs-pMzfvi-oaAYse-nQLWHx-g9P771-pCKFHD-pCGb4B-nTp8dc-oNMTmE-pVg2UG-22BDsvz-emjGvC-pUX3LM-pCJGeG-pRgsQv-bmojys-L4niX4-iQVyXs-2chpHG7-dMKyE4-2bEG5Gf-jLEkve-X7pDis-n8GJfM-n8DYck-nddaDF-pCMGSS-pCGb7n-dcmpvt-2bZXPU6-oVVt5g-duaULu-sz1hoM-pwfiQ3-SMrc7o-a7w9nJ-o96qZq-dVqARX-nyMBsf-pxDW56-So1gsM-oovkYs-pEdjR7-2ctt3xx-d2YH35-d33vuW
Sumber foto: https://www.flickr.com


Sudah hampir lima tahun Pak Jokowi memimpin negeri ini. Memimpin kamu, saya, dan kita semua. Tentu banyak orang yang sangat cinta pada beliau, juga tak sedikit yang tidak suka kepada beliau.

Yang cinta bilang, beliau sempurna. Yang tidak suka bilang, beliau hanya bisa planga-plongo saja. Ya maklumlah. Namanya juga hidup. Apa lagi jadi orang yang sering disorot kamera.

Kalau saya termasuk orang yang tidak suka. Bukan karena beliau suka ngutang untuk negeri ini. Karena katanya, hutang yang produktif tidak apa-apa. Kalau saya sih mana tahu yang begitu-begituan. Wong mau ngutang untuk bisnis saja tidak berani.


Saya tidak suka Bapak Jokowi juga bukan karena peristiwa penistaan agama Jakarta. Bukan! Masalah itu sudah selesai. Orang terpenting dalam kejadian itu sekarang ada di barisan beliau kok.

Saya juga tidak suka Bapak Jokowi bukan karena jagonya pencitraan. Bukan! Karena pencitraan itu penting loh. Kamu ngapload foto di Instagram itu kan juga pencitraan sih. Kamu ngafload yang bagus-bagu aja kan? Ayo ngaku! Saya juga gitu kok. Wkwkwk.

Saya juga tidak suka beliau bukan karena beliau saat berpidato selalu memegang teks. Bukan! Lah dosen, pengisi seminar, bahkan kiai-kiai (modern) kalau ngajar pakek laptop kok. Paling tidak memakai HP. Iya kan?

Saya tidak suka Bapak Jokowi itu karena 3 hal. Yang pertama adalah, yang kedua adalah, yang ketiga adalah. Penasaran? Sebbel? Biarin. Tulisan, tulisan saya kok. Kalau gak suka, pergi! Eh jangan ding! Bercanda kok. Kalau kamu pergi, siapa yang mau memandang iklan-iklan di blog ini. Wadaw…

Jadi gini, saya tidak suka Bapak Jokowi itu karena tiga hal. Ya, tiga hal. Monggo disimak kalau tertarik. Juga boleh marah-marah. Tapi saya saranin, senyumin aja biar gak cepet tua.

Baik deh, saya mulai biar tidak ngelantur ke mana-mana. Saya tidak suka Jokowi karena tiga hal (diulangi lagi. Ini namanya pemborosan kata bro):

       1. Beliau tidak pernah peduli kalau saya masih jomblo

Hai para jomblo, pernah nggak kamu ditanya sama Bapak Presiden kamu masih Jomblo atau tidak? Kalau saya tidak pernah. Benar tidak pernah. Sumpah.

Saya memaklumi sih, beliau itu urusannya banyak. Tapi, masak tidak punya waktu lima menit saja untuk nanya gitu.  Beliau kan jadi presiden sudah hampir lima tahun. Masak masalah spele seperti ini beliau abai.

Bapak.. saya ini rakyatmu. Besok di akhirat saya tuntut loh ya. Karena bapak tidak pernah memerhatikan kejombloan saya. Bapak kalah deh sama pasangan Nur Hadi-Aldo. Mereka punya banyak program unik loh. Seperti memperhatikan yang tidak penting untuk diperhatikan.

       2. Beliau tidak pernah bertanya apakah saya sudah makan atau belum   

Yang kedua, Bapak Jokowi tidak pernah bertanya kepada saya, “Udah maem?”. Gak pernah. Loh emang lagi LDR-an? Ya enggak juga. Paling tidak beliau tahulah, beras impor itu udah terserap oleh masyarakat atau belum.

Menanyakan udah makan apa belum itu penting. Banyak remaja yang jatuh cinta karena selalu ditanyain seperti itu. Saat pagi, ditanya udah sarapan? Siangnya, ditanya lagi udah makan? Sorenya ditanya lagi dengan pertanyaan yang sama.

Andaikan Bapak Jokowi juga begitu, kan saya tidak begini. Saya tidak ngandalin Nur Hadi-Aldo untuk Pilpers 2019. Ya sudahlah. Saya persilahkan saja Nur Hadi-Aldo, Capres-Cawapres yang tidak jelas asal-usulnya itu bikin saya ketawa.

3    3. Bapak Jokowi tidak pernah ngasih bocoran alasan ketiga

Yang nomer tiga saya tidak tahu apa alasan tidak suka jokowi. Mungkin karena beliau tidak ngasih bocoran alasan saya tidak suka. Iya, mungkin begitu. Paling tidak ngasih kisi-kisi gitu. Biar tak kalah ke KPU.

Baca juga: Menyoal Kepemimpinan Prabowo dan Jokowi

Tapi, mungkin saja sebenarnya saya tidak tidak (bukan typo ya) suka pada beliau. Mungkin, sangat mungkin. Mana mungkin saya tidak suka pada beliau, wong beliau disukai oleh saudara-saudara saya. Iya kan?

Tapi masalah suka dan tidak itu kan masalah hati bro. Seperti Romeo suka ke Juliet. Itu kan masalah hati. Tidak bisa kan kita demo menuntut agar Romeo jangan suka pada Juliet.

Nah, itulah tiga hal yang tidak saya suka dari Bapak Jokowi. Mohon dimaklumi. Maklum, anak muda yang kebanyakan micin. Tidak seperti Neng Tsamara atau Kang Raja Juli. Juga masih belum bisa menjadi seperti Bang Gamal atau Bung Faldo.

Mudah-mudahan saja, ketidak sukaan ini tidak sampai membikin saya mengeluarkan kata kotor. Apa lagi hoax. Semoga tidak. Kalau dikasih cinderamata hoax oleh manusia sih tidak apa-apa. Kalau dikasih oleh Allah, neraka men!

Baca juga: Saya Pernah Di-PHP Layaknya Pak Mahfud MD

Siapa pun presidennya tahun 2019, saya tetap hormat kok. Baik itu Bapak Jokowi, Bapak Prabowo, atau Nur Hadi-Aldo. Saran saya untuk pembaca, yuk kita menangkan pasangan Nur Hadi-Aldo. Capres-Cawapres yang akan bikin kita ketawa. Hehehe. Tapi jangan ikuti kata saru-nya ya. Salam 10 jari!


Related

Ngopi 7365117787899347515

Post a CommentDefault Comments

emo-but-icon

Ads

Hot in week

Recent

Comments

randomposts
item