-->
lm2ehI3jonma4uzm1pDxTuKLeJW1muj7wMTB5q1K

Ngaji[combine]

Baper[oneright]

Review[oneleft]

Cerpen[three](3)

Lifestyle[hot](3)

Kisah[two]

Aksara[dark](3)

    Page

    Bookmark

    Kisah Qabil dan Habil dalam Al-Quran


    Kisah Qabil dan Habil | Setelah menceritakan ketidak-taatan Bani Israel pada Nabi Musa, Allah menceritakan kisah Qabil dan Habil. Cerita ini, sebagaimana dalam Surat Al-Maidah ayat 27-32. Penulis akan menguaraikan ceritanya dengan merujuk tafsir-tafsri muktabar.

    Lengkapnya sebagaimana berikut ya guys…:
           
           1.      Qabil ingin menikahi saudarinya yang cantik jelita

    Menurut ulama tafsir, Qabil dan Habil adalah putra dari Nabi Adam dan Hawa (bukan cucu). Qabil kakaknya, habil adiknya.


    Kala itu, setiap Siti Hawa melahirkan, pasti kembar. Satu laki-laki, satunya perempuan. Karena waktu itu belum banyak orang, maka anak laki-laki Nabi Adam dinikahkan dengan anak perempuannya.


    Cara menjodohkannya disilang. Qabil menikah dengan saudari kembarnya Habil dan Habil menikah dengan saudari kembarnya Qabil.

    Siapa sangka guys… Perjodohan itu malah mendatangkan mala petaka. Qabil tidak mau menikah dengan saudari Habil. Sedangkan Habil mau menikah dengan saudari Qabil.

    Usut diusut, saudari Qabil lebih bersinar dari pada saudari Habil. Kata Qabil, “Aku lebih berhak menikahi saudariku, dia saudari kembarku kok!”

    Cerita Qabil dan Habil selanjutnya, Allah abadikan dalam ayat di bawah ini guys….

           2.     Habil berkurban dengan yang bagus-bagus, Qabil berkurban dengan yang jelek-jelek

    وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (27(

    “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al-Maidah: 27)

    Nah, kisah Qabil dan Habil selanjutnya, mereka berdua berkurban. Tujuannya untuk menentukan siapa yang berhak meminang saudari Qabil.

    Profesi Qabil sebagai petani. Dia sehari-hari bercocok tanam. Sedangkan Habil peternak hewan. Sehari-hari dia mengembala kambing.

    Maka ketika berkurban, Qabil Berkurban hasil dari tanamannya. Habil berkurban kambingnya.
    Sayangnya, Qabil mengurbankan hasil panen yang jelek-jelek. Sedangkan Habil mengurbankan kambingnya yang paling bagus. Kambing yang paling dia cintai.

    Ada riwayat, Nabi Adam, Habil, dan Qabil pergi ke gunung membawa kurban mereka itu. Lalu kurban mereka diletakkan di atas gunung. Setelah itu, datanglah api. Melayang-layang dan menyambar kurban Habil. Sedangkan punya Qabil tidak disambar.

    Ada riwayat lain, kejadian kurbanan Qabil dan Habil ini tidak dihadiri Nabi Adam. Beliau tiak ada diantara mereka.

    Disambarnya kurban Habil itu menjadi pertanda bahwa kurban Habil diterima, sedangkan kurban Qabil tidak diterima.

    Maklum guys… kala itu gak ada fakir miskin… hehe . Lanjut kisah Qabil dan Habil aja wes...

    Maka, Qabil sakit hati. Dia marah kepada Habil. Dalam hatinya ada iri dan dengki yang luar biasa besarnya. Qabil pun mengancam Habil.

    “Sungguh, aku akan membunuhmu!” kata Qabil.

    Habil merasa tidak bersalah. Tidak diterimanya kurban Qabil bukan karena dirinya, tapi karena Qabil sendiri. Lagian, yang tidak menerima kurbannya kan Allah, kenapa Qabil marah kepada dirinya

    "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa," Kata habil mengingatkan kakaknya, agar dia intropeksi diri.

           3.      Habil tidak melawan pada Qabil karena takut Allah

    لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ (28(

    "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."

    Ayat ini menjelaskan pernyataan Habil pada Qabil. Jika Qabil ingin membunuhnya, Habil tidak akan melawan dengan membunuh  Qabil. Kenapa? Karena Habil takut kepada Allah.

    Sebenarnya, Habil lebih kuat dan perkasa dari pada Qabil. Hanya saja Habil tidak mau melawan. Karena aturannya pada waktu itu memang tidak boleh melawan. habil lebih memilih taat kepada Allah.

           4.     Qabil menanggung dosa Habil

     إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ (29
    (
    "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."

    Nah, ayat ini juga menceitakan perkataan Habil dalam kisah Qabil dan Habil ini. Dia menyatakan Qabil akan mendapat dua dosa. Yaitu dosa membunuh dirinya dan dosa-dosa sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Qabil. Termasuk dosa yang menyebabkan tidak diterimanya kurban Qabil.

    Ada pendapat lain, bahwa yang dimaksud ayat di atas adalah bahwa Qabil akan menanggung dosa-dosa Habil di samping dosanya sendiri.

    Hal ini senanda dengan konsep, bahwa jika ada orang yang menzalimi orang lain, maka sampai kapanpun orang yang zolim itu akan dituntut. Sampai dia mendapatkan maaf dari yang dizalimi.

    Jika tidak mendapatkan maaf dan belum dituntut di dunia, maka dia bisa dituntut di akhirat.

    Caranya, kebaikan orang yang zalim akan diberikan kepada yang dizalimi. Jika dia tidak memiliki kebaikan, maka dosa orang yang dizalimi akan diberikan kepada yang zalim.

    Ngeri guys…. Yang suka ghibah, berhenti guys…

          5.     Qabil dikalahkan oleh hawa nafsunya dan berani membunuh Habil

    فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ (30
    (
    “Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi,”

    Kisah Qabil dan Habil ini berlanjut dengan terbunuhnya Habil. Qabil dikuasi hawa nafsunya. Sehingga ucapan-ucapan Habil tidak membuat dia sadar, malah membuat kemarahannya membuncah.

    Diceritakan, awalnya Qabil tidak tahu cara membunuh Habil. Datanglah Iblis memegang burung. Iblis kemudian meletakkan kepala burung di antara dua batu. Lalu mengapitnya.

    Qabil pun mengambil batu dan melemparkannya pada Habil. Batu itu mengenai kepala Habil dan meninggal. Ada yang mengatakan, pembunuhan itu terjadi saat Habil sedang tidur. Ada yang mengatakan sedang terjaga.

    Ada pula yang mengatakan pembunuhannya bukan dengan batu, tapi dengan besi.

    Baca juga:

    Maka, jadilah Qabil orang yang rugi. Karena dia kehilangan saudaranya yang sangat baik. Juga, karena dia akan masuk neraka.

          6.     Qabil bingung mau diapakan mayat Habil

    فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ قَالَ يَاوَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ (31
    (
    “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.”

    Kisah Qabil dan Habil selanjutnya, Qabil bingun mau diapakan mayat saudaranya itu. Maka Qabil menggotong mayat Habil selama 40 hari. Ada yang mengatakan selama satu tahun.

    Hewan buas melihat kelakuan Qabil. Hewan-hewan itu menunggu kapan mayat Habil diturunkan. Mereka akan menyantapnya.

    Sehingga datanglah burung Gagak mengajari cara memendam. Ada dua burung gagak bertengkar. Salah satunya mati. Lalu burung gagak yang hidup itu memendam burug Gagak yang mati.

    Baca juga:


    Akhirnya Qabil dapat inspirasi untuk melakukan hal yang sama pada mayat Habil. Qabil juga mengakui, bahwa dirinya sangat bodoh. Lebih bodoh dari burung Gagak. Karena burung Gagak bisa mengurus mayat saudaranya, sedangkan dia tidak bisa.

    Maka Qabil menyesal. Bukan karena membunuh, tapi karena dia bodoh.

    Begitulah kisah Qabil dan Habil. Semoga bermenfaat ya guys…

    Referensi:
    ·       Tafsir Ibnu Katsir
    ·       Tafsir al-Baghawi
    ·       Tafsir al-Maraghi
    ·       Tafsir al-Wasit at-Thonthowi


    Posting Komentar

    Posting Komentar