Menyoal Kepemimpinan Prabowo dan Jokowi


Sumber foto: https://www.flickr.com

Pemilihan Capres dan Cawapres sebentar lagi akan digelar. Kalli ini, yang adu kekuatan adalah Prabowo-Sandi dan Jokowi-Makruf (KH). Untuk meraih suara sebanyak-banyaknya, mereka berkampanye ke daerah-daerah.

Visi dan misi pun dicanangkan dan digembar-gemborkan pada masyarakat. Janji akan peduli pada masyarakat pun mudah sekali terucap. Entah, hanya mengambil hati atau memang timbul dari sanubari.

 Kita tidak tahu apakah yang mereka janjikan akan dipenuhi atau akan hanya menjadi kata yang basi. Yang jelas, ketika salah satu dari mereka menjadi presiden, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tepati janji atau tidak. Jika ditepati, Alhamdulillah. Jika tidak, Inna lillah.

Sejenak, kita angan-angan ketika Sayyidina Umar bin Khattab memegang kendali pemerintahan. Waktu itu beliau tidak pernah mengombar janji, tapi tentang tanggung jawabnya pada rakyat tidak diragukan lagi.

Konon, ketika Sayyidina Umar bin Khattab menjadi khalifah, beliau tidak pernah merebahkan badannya. Beliau tidak pernah tidur baik malam atau siang. Beliau hanya menundukkan kepala saat duduk.

Suatu ketika beliau mengungkapkan alasan mengapa beliau tidak pernah tidur. “Jika aku tidur di malam hari, aku menyia-nyiakan diriku. Jika aku tidur di siang hari, aku menyia-nyiakan rakyatku sedangkan aku akan ditanya mengenai mereka.” Kata Sayyidina Umar bin Khattab.

Jelaslah, Sayyidina Umar sangat bertanggung jawab. Beliau kerahkan semua kemampuannya untuk benar-benar melayani rakyat. Meski demikian, beliau tidak melupakan untuk selalu beribadah kepada Allah swt.. Pada siang hari, beliau melayani rakyat, pada malam hari beribadah bersimpuh di hadapan tuhan.


Baca juga : Cara Menyikapi Pilpers Jokowi-Prabowo Menurut Kiai Madura


Lalu, bisakah Prabowo atau Jokowi seperti Sayyidina Umar bin Khattab? Entah lah… kita hanya bisa berdoa semuga siapa saja yang menjadi presiden sadar bahwa rakyat Indonesia ada di pundaknya. Kelaka, akan ditanya oleh Allah swt..

Semuga kita memiliki pemimpin yang baik. Amin…

Catatan kaki: as-Sya’roni, Abdul Wahab, Tanbih al-Mughtarrin, hal 34, al-Haramin.  
(Artikel ini ditulis pada tahun 2014 M, ada modifikasi agar cocok dengan masa kini)

Related

Ngobrolin 6444634293799697103

Post a CommentDefault Comments

emo-but-icon

Toko Buku

Toko Buku
Sinopsis atau mau pesan: silahkan klik gambar!

Populer

Terbaru

Profil

item