Tak lama lagi bulan Rajab akan berakhir dan diganti bulan Sya’ban. Setelah itu hadirlah bulan Ramadan. Bulan penuh berkah, pahala melimpah, dan setan-setan tak leluasa membuat serakah. Tentu, agar kita meraih banyak pahala di bulan Ramadan, kita perlu start jauh-jauh hari sebelumnya.
![]() |
| Doa Bulan Rajab |
Sebagaimana
tuntunan Rasulullah saw. ketika memasuki bulan Rajab, Rasulullah saw. berdoa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِـــيْ رَجَبَ ، وَشَعْبَانَ ،
وَبَلِّغْنَا رَمَضَان
“Ya
Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami pada bulan
Ramadan.” (HR. Imam Baihaqi)
Doa ini
mengajarkan agar kita meminta keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban. Arti
berkah adalah tambahnya kebaikan. Kita di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan
selalu bertambah baik. Utamanya dalam ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Hal ini
sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Abul Hasan Ubaidillah al-Mubarakfuri dalam
kitab Mir’ah al-Mafatih. Menurutnya, doa ini memberi pelajaran agar kita
selalu meminta pertolongan kepada Allah sehingga memperbanyak amal baik di
bulan Rajab dan Sya’ban. Semakin banyak kebaikan yang kita dapatkan semakin
banyak pula kita memperoleh keberkahan.
Tentu,
keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban tidak bisa didapat hanya dengan doa, tapi
juga perlu aksi. Misalnya, kita mulai memperbanyak membaca al-Quran agar nanti
di bulan Ramadan tidak berat membaca al-Quran. Kita mulai bersedekah, agar
nanti di bulan Ramadan kita tidak berat untuk bersedekah.
Selain itu, doa
ini juga menunjukkan bahwa sunah bagi kita untuk berdoa agar berumur panjang
dan bertemu dengan waktu-waktu utama. Misalnya bulan Ramadan yang penuh berkah.
Sehingga kita dapat berpuasa dan memperbanyak ibadah kepada Allah swt. di bulan
Ramadan tersebut. Sebagaimana disampaikan Al-Imam Ibnu Rajab dan dikutip oleh
al-Imam al-Munawi dalam kitab Faydl al-Qadir.
Jika kita baca
kisah atau pernyataan para ulama, betapa mereka sangat antusias menyambut bulan
Ramadan sejak di bulan Rajab. Al-Imam Abu Bakar al-Warraq berkata sebagaiaman
dikutip Imam Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif:
شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع
“Bulan
Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyirami
tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan untuk memanin tanaman-tanaman.”
Ungkapan Imam
Abu Bakar al-Warraq ini menjelaskan, agar kita sukses mendapat banyak pahala di
bulan Ramadan, maka perlu persiapan dari bulan Rajab. Di bulan Rajab kita mulai
membiasakan amal saleh, dilanjut pada bulan Sya’ban. Lalu, ketika bulan
Ramadan, kita sudah terbiasa dengan amal baik tersebut. Sehingga kita tidak
merasa berat untuk melakukan banyak amal baik karena sudah terbiasa. Lalu
setelah bulan Ramadan, kebiasaan-kebiasaan baik terus kita lakukan yang menjadi
bukti kesuksesan kita di bulan Ramadan.
Begitu juga
Imam Amr bin Qais al-Mula’i ketika memasuki bulan Sya’ban, beliau memperbanyak
membaca al-Quran sehingga menutup toko, ladang rezekinya. Bahkan ada riwayat
dari sahabat Anas bahwa ketika memasuki bulan Sya’ban, umat Islam lebih rajin
membaca al-Quran dan mengeluarkan zakat harta untuk para duafa, sehingga zakat
itu dipakai untuk keperluan di bulan Ramadan.
Dalam hadis
yang sahih juga dijelaskan bahwa Rasulullah saw. suka berpuasa sunah di bulan
Sya’ban. Lalu sahabat Usamah bertanya kenapa Rasulullah lebih banyak berpuasa
di bulan Sya’ban dari pada bulan-bulan yang lain. Lalu Rasulullah menjawab:
ذاك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال
إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملى وأنا صائم
"Sya'ban
adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadan.
Bulan Sya'ban adalah bulan laporan amal
kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam
kondisi berpuasa" (HR. Imam
an-Nasa’i)
Al-Imam Ibnu
Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Tabyin al-‘Ajab menjelaskan mengenai
hadis ini bahwa bulan Rajab memiliki keserupaan dengan bulan Ramadan dalam
keutamaan. Tak heran jika orang-orang memperbanyak ibadah di bulan Rajab
sebagaimana di bulan Ramadan. Namun, orang-orang melupakan bulan Sya’ban
sehingga tidak memperbanyak amal baik. Oleh karenanya, Rasulullah saw berpuasa
di bulan Sya’ban ini. Al-‘Asqalani juga berpendapat bahwa hadis ini menunjukkan
keutamaan bulan Rajab.
Maka, kita
terus istiqamah berdoa kepada Allah agar mendapatkan keberkahan di bulan Rajab
dan Sya’ban. Selain berdoa, kita juga iringi dengan aksi melakukan amal-amal
baik. Misalnya, mulai menata niat dengan baik, membaca al-Quran, bersedekah,
berpuasa sunah, dan lain sebagainya. Ketika kita memasuki bulan Ramadan, kita
sudah terlatih untuk melakukan amal baik. Sehingga kita mampu mengisi bulan
Ramadan dengan banyak kebaikan. Kita pun berhasil meraih kesuksesan dan panin
pahala di bulan Ramadan.


Posting Komentar