-->
lm2ehI3jonma4uzm1pDxTuKLeJW1muj7wMTB5q1K

Ngaji[combine]

Baper[oneright]

Review[oneleft]

Cerpen[three](3)

Lifestyle[hot](3)

Kisah[two]

Aksara[dark](3)

    Page

    Bookmark

    Kisah Bahagia Perempuan Cantik Bersuami Laki-Laki Jelek

    Dikisahkan, Imam al-Utbi berjalan-jalan di jalan Bashrah. Tanpa disengaja, beliau melihat dua orang yang sedang bercengkerama. Satunya perempuan yang sangat cantik wajahnya, satunya laki-laki buruk rupa.

    Dua orang itu terus bersenda gurau. Saling cerita, saling melempar kata, dan saling pandang mata.

    Kisah Inspirasi/fr.freefik.com

    Perempuan itu tampak manja. Laki-laki itu juga bahagia luar biasa. Ketika laki-laki itu berbicara pada si perempuan, si perempuan mendengarnya dengan seksama. Lalu, laki-laki itu tertawa.

    Imam al-Utbi penasaran, siapa mereka. Imam al-Utbi melangkah menghampiri mereka. Lalu bertanya pada si perempuan cantik itu.

    “Laki-laki ini siapapmu?” Tanya Imam al-Utbi.

    “Ini suamiku,” jawab si perempuan cantik itu.

    Imam al-Utbi takjub luar biasa. Bagaimana bisa, orang perempuan secantik dia bisa bermesra-mesraan dengan laki-laki yang sangat buruk rupa.

    “Ini benar-benar keajaiban. Bagaimana kau bisa bercengkerama dengan laki-laki yang buruk rupa, padahal kamu cantik jelita?” Tanya Imam al-Utbi.

    Perempuan cantik itu mendengarkan baik-baik pertanyaan Imam al-Utbi. Lalu dia jawab dengan tenang dan santai.

    “Gini, mungkin saja suamiku ini laki-laki yang beruntung karena mendapatkan istri sepertiku, lalu dia bersyukur. Mungkin saja aku tidak beruntung karena mendapatkan suami seperti dia, lalu aku bersabar,” kata si perempuan cantik.

    “Tentu, orang yang banyak bersyukur dan bersabar adalah ahli Surga. Akankah aku tidak rela pada apa yang diberikan Allah kepadaku?” kata si permpuan itu lagi.

    Imam al-Utbi tidak bertanya lagi. Jawaban perempuan cantik itu sangat cukup untuk membuatnya tidak perlu berdebat. Lalu, Imam Utbi berlalu. Meninggalkan sepasang kekasih yang lagi bahagia itu.

     

    *Disadur dari kitab Nafahat al-Imdadiyah Syarh al-Hikam al-Haddadiyah, karya KH. Ahmad Ghazali Muhammad Fathullah.


    Posting Komentar

    Posting Komentar