Bagaimana cara
menghilangkan waswas? Ya, mengobati waswas itu bukan perkara mudah. Apa lagi
bagi mereka yang sudah parah. Waswas termasuk tipu daya setan agar kita tidak
khusyuk beribadah. Nama setan yang menyelipkan waswas dalam hati kita adalah
Walhan.
Oleh karenanya, waswas itu
penyakit dan harus kita obati. Jika tidak, kita akan terus waswas sampai mati.
Ibadah kita pun tidak pernah tenang dan khusyuk. Karena selalu dihantui rasa
‘tidak sah’ dan ‘batal’.
Bahaya
Waswas
Sebelum kita membicarakan
obat waswas, kita harus tahu bahaya waswas. Sebab, mengetahui bahaya waswas
akan mendorong kita untuk berhenti waswas. Pun pula, mengobati waswas akan
lebih mudah.
Berikut ini bahaya waswas sebagaimana
penjelasan Syaikh Muhammad Bir Ali dalam kitab Barîqah Mahmûdiyah:
1.
Ditertawakan
setan
Orang yang waswas menjadi
mainan setan. Setan mengganggu dan menipunya, dia mengikutinya. Setan bilang
tidak sah, dia mengiakan. Setan bilang takbir lagi, dia takbir lagi. Hal itu
diulang berkali-kali. Tentu, melihat orang yang demikian, setan tertawa
bahagia.
2.
Menyalahi
perintah Allah
Allah memerintahkan agar
kita tidak ikut setan. Sebab setan itu musuh yang mengajak kita agar menjadi
temannya di neraka. Oleh karenanya, ketika kita waswas berarti kita menjadikan
setan teman bahkan saudara. Tentu hal itu adalah kemaksiatan dan menyalahi
perintah Allah.
3.
Berlebih-lebihan
menggunakan air
Orang yang waswas akan
membuatnya berlebih-lebihan menggunakan air dalam bersuci. Membasuh satu kali
atau tiga kali sudah cukup, tapi karena waswas akhinya lebih. Tentu
berlebih-lebihan menggunakan air ini haram (Jika airnya musabbal (disiapkan
untuk bersuci seperti air masjid atau musholla.
4.
Menyebabkan
mengakhirkan salat
Orang waswas lama sekali
ketika wudu’ dan takbir. Hal itu akan menyebabkannya mengakhirkan salat,
ketinggalan jamaah, bahkan sampai mengeluarkan salat dari waktunya. Selain itu,
juga dapat menyia-nyiakan umur, waktu, serta dapat menyebabkan kita meningalkan
sesuatu yang berguna, seperti mengajar dan tafakkur.
5.
Menyebabkan
melakukan sesuatu yang makruh dan haram
Bahaya waswas berikutnya,
membuat kita melakukan perkara makruh dan haram. Seperti tidak mau berwudu
kecuali dengan airnya sendiri, tidak mau salat kecuali memakai sajadah sendiri,
dan tidak mau makan makanan orang karena mengira najis. Tentu hal ini perbuatan
tidak terpuji bahkan bisa haram karena menyakiti perasaan orang lain.
6.
Berburuk
sangka pada orang-orang Islam
Orang waswas akan berburuk
sangka bahwa selain dirinya tidak hati-hati dalam wudu atau mandi. Sehingga
bisa saja wudu mereka tidak sah dan terkena najis. Akhirnya dia mengira salat
orang lain tidak sah. Ini namanya suuzan pada sesama muslim.
7.
Orang
waswas menjadi sombong
Orang yang waswas memandang
hanya dirinya yang hati-hati dalam masalah ibadah. Sehingga dia berkeyakinan
hanya ibadahnya yang benar. Hal ini termasuk sombong yang dilarang. Apa lagi
kesombongannya tidak sesuai kenyataan.
Itulah bahaya waswas yang
harus kita jauhi. Waswas banyak mudaratnya, bahkan sampai membuat kita
terjerumus ke dalam dosa.
Cara
Menghilangkan Waswas
Setelah kita mengetahui
bahaya waswas, tentu kita perlu mengetahui cara mengobati waswas. Cara ini
penulis ambil dari kitab Fatawâ al-Kubrâ karya Imam Ibnu Hajar
al-Haitamai dan kitab Barîqah Mahmûdiyah. Inilah 8 Cara menghilangkan
penyakit waswas:
1.
Mengetahui
bahaya waswas
Tentu, waswas ini bahaya
sekali. Sebagaimana penjelasan sebelumnya. Oleh karenanya, jika kita tahu bahya
waswas, kita akan berusaha menghindarinya.
2.
Mengetahui
bahwa ibadah yang benar itu dengan cara ikut Rasulullah
Kita harus tahu bahwa
hati-hati dalam beribadah itu bukan dengan waswas. Tetapi, dengan ikut
Rasulullah saw.. Pernahkah Rasulullah lama sekali dalam bersesuci? Pernahkah
Rasulullah takbir berkali-kali saat ingin salat? Tidak pernah!
3.
Mengetahui
bahwa fatwa dan pendapat ulama itu mudah
Kita harus belajar cara
ibadah dengan benar. Jika kita belajar dengan teliti, kita akan mendapati cara
ibadah itu tidak sulit. Cara ibadah itu mudah. Terlebih pendapat ulama tidak
hanya satu. Ada yang sulit, setengah sulit, mudah, dan sangat mudah.
Lagian, syaraiat Rasulullah
itu mudah. Jangan dibuat sulit. Benarlah kata para ulama, diantara penyebab
waswas adalah kebodohan dan akal yang kurang.
4.
Mengambil
pendapat yang mudah
Untuk dapat menghilangkan
penyakit waswas, kita ambil pendapat-pendapat ulama yang mudah. Misalnya ketika
waswas dalam niat, kita ikuti saja pendapat ulama yang tidak wajib niat dalam
ibadah salat. Ketika waswasnya hilang, kembali lagi pada pendapat yang biasa.
5.
Mempercikkan
air pada sarung
Cara menghilangkan waswas
berikutnya adalah mempercikkan air pada sarung atau kemaluan. Hal ini berguna
ketika nanti setelah bersuci timbul keraguan, apa sarungnya basah karena keluar
kencing atau karena air? Maka, yakinkan saja bahwa sarungnya basah karena
percikan air tadi. Hal ini jika tidak yakin kalau sarungnya basah karena air
kencing.
6.
Tidak
menggubris waswas dalam hati
Ketika kita beribadah lalu
timbul keraguan (waswas), tidak usah digubris. Teruskan saja ibadahnya. Sebab,
jika kita ikuti ajakan waswas itu, kita akan terus waswas. Bahkan bisa jadi
kita menjadi seperti orang gila. Jadi, tentanglah waswas yang ada di dalam
hati!
7.
Ketika
waswas datang, katakana itu setan
Ketika ada waswas dalam
hati, langsung katakan bahwa itu setan. Tidak boleh kita ikuti, bahkan harus
kita perangi. Ikut setan akan membuat kita ditertawakan. Ikut sekali, setan
minta dua kali dan seterusnya.
8.
Memperbanyak
dzikir
Waswas itu dari setan. Maka
cara menghilangkannya adalah dengan berdzikir. Menurut Imam Nawawi, dzikir yang
ampuh adalah “La Ilaha Illallah”. Setan ketika mendengar zikir, akan lari
terbirit-birit.
Nah, itulah cara
menghilangkan waswas yang mengganggu ibadah kita. Waswas harus diobati. Jika
tidak, maka akan terus mengelabui hati sampai kita mati. Semoga sembuh!


Posting Komentar