-->
lm2ehI3jonma4uzm1pDxTuKLeJW1muj7wMTB5q1K

Aksara[dark](3)

    Page

    Bookmark

    Memanjatkan Doa Berkah Rajab dan Sya’ban, Meraih Pahala Ramadan

     Tak lama lagi bulan Rajab akan berakhir dan diganti bulan Sya’ban. Setelah itu hadirlah bulan Ramadan. Bulan penuh berkah, pahala melimpah, dan setan-setan tak leluasa membuat serakah. Tentu, agar kita meraih banyak pahala di bulan Ramadan, kita perlu start jauh-jauh hari sebelumnya.

    Doa Bulan Rajab


    Sebagaimana tuntunan Rasulullah saw. ketika memasuki bulan Rajab, Rasulullah saw. berdoa:

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِـــيْ رَجَبَ ، وَشَعْبَانَ ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

    “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami pada bulan Ramadan.” (HR. Imam Baihaqi)

    Doa ini mengajarkan agar kita meminta keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban. Arti berkah adalah tambahnya kebaikan. Kita di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan selalu bertambah baik. Utamanya dalam ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

    Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Abul Hasan Ubaidillah al-Mubarakfuri dalam kitab Mir’ah al-Mafatih. Menurutnya, doa ini memberi pelajaran agar kita selalu meminta pertolongan kepada Allah sehingga memperbanyak amal baik di bulan Rajab dan Sya’ban. Semakin banyak kebaikan yang kita dapatkan semakin banyak pula kita memperoleh keberkahan.

    Tentu, keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban tidak bisa didapat hanya dengan doa, tapi juga perlu aksi. Misalnya, kita mulai memperbanyak membaca al-Quran agar nanti di bulan Ramadan tidak berat membaca al-Quran. Kita mulai bersedekah, agar nanti di bulan Ramadan kita tidak berat untuk bersedekah.

    Selain itu, doa ini juga menunjukkan bahwa sunah bagi kita untuk berdoa agar berumur panjang dan bertemu dengan waktu-waktu utama. Misalnya bulan Ramadan yang penuh berkah. Sehingga kita dapat berpuasa dan memperbanyak ibadah kepada Allah swt. di bulan Ramadan tersebut. Sebagaimana disampaikan Al-Imam Ibnu Rajab dan dikutip oleh al-Imam al-Munawi dalam kitab Faydl al-Qadir.

    Jika kita baca kisah atau pernyataan para ulama, betapa mereka sangat antusias menyambut bulan Ramadan sejak di bulan Rajab. Al-Imam Abu Bakar al-Warraq berkata sebagaiaman dikutip Imam Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif:

    شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع

    “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyirami tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan untuk memanin tanaman-tanaman.”

    Ungkapan Imam Abu Bakar al-Warraq ini menjelaskan, agar kita sukses mendapat banyak pahala di bulan Ramadan, maka perlu persiapan dari bulan Rajab. Di bulan Rajab kita mulai membiasakan amal saleh, dilanjut pada bulan Sya’ban. Lalu, ketika bulan Ramadan, kita sudah terbiasa dengan amal baik tersebut. Sehingga kita tidak merasa berat untuk melakukan banyak amal baik karena sudah terbiasa. Lalu setelah bulan Ramadan, kebiasaan-kebiasaan baik terus kita lakukan yang menjadi bukti kesuksesan kita di bulan Ramadan.

    Begitu juga Imam Amr bin Qais al-Mula’i ketika memasuki bulan Sya’ban, beliau memperbanyak membaca al-Quran sehingga menutup toko, ladang rezekinya. Bahkan ada riwayat dari sahabat Anas bahwa ketika memasuki bulan Sya’ban, umat Islam lebih rajin membaca al-Quran dan mengeluarkan zakat harta untuk para duafa, sehingga zakat itu dipakai untuk keperluan di bulan Ramadan.

    Dalam hadis yang sahih juga dijelaskan bahwa Rasulullah saw. suka berpuasa sunah di bulan Sya’ban. Lalu sahabat Usamah bertanya kenapa Rasulullah lebih banyak berpuasa di bulan Sya’ban dari pada bulan-bulan yang lain. Lalu Rasulullah menjawab:

    ذاك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملى وأنا صائم

    "Sya'ban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan  Sya'ban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa" (HR. Imam an-Nasa’i)

    Al-Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Tabyin al-‘Ajab menjelaskan mengenai hadis ini bahwa bulan Rajab memiliki keserupaan dengan bulan Ramadan dalam keutamaan. Tak heran jika orang-orang memperbanyak ibadah di bulan Rajab sebagaimana di bulan Ramadan. Namun, orang-orang melupakan bulan Sya’ban sehingga tidak memperbanyak amal baik. Oleh karenanya, Rasulullah saw berpuasa di bulan Sya’ban ini. Al-‘Asqalani juga berpendapat bahwa hadis ini menunjukkan keutamaan bulan Rajab.

    Maka, kita terus istiqamah berdoa kepada Allah agar mendapatkan keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban. Selain berdoa, kita juga iringi dengan aksi melakukan amal-amal baik. Misalnya, mulai menata niat dengan baik, membaca al-Quran, bersedekah, berpuasa sunah, dan lain sebagainya. Ketika kita memasuki bulan Ramadan, kita sudah terlatih untuk melakukan amal baik. Sehingga kita mampu mengisi bulan Ramadan dengan banyak kebaikan. Kita pun berhasil meraih kesuksesan dan panin pahala di bulan Ramadan.

    Posting Komentar

    Posting Komentar