-->
lm2ehI3jonma4uzm1pDxTuKLeJW1muj7wMTB5q1K

Ngaji[combine]

Baper[oneright]

Review[oneleft]

Cerpen[three](3)

Lifestyle[hot](3)

Kisah[two]

Aksara[dark](3)

    Page

    Bookmark

    Sedekah Dibalals Berlipat


    Hikmah Sedekah  | Tadi malam aku mengitkuti acara muharraman yang dihadiri oleh KH. Abdul Qoyyum Mansur. Setelah acara selesai, panitia pelaksana  mengedarkan amplop pada hadirin agar diisi uang. Uang itu rencananya akan diberikan kepada 3000 anak yatim. Akupun kebagian amplop itu. Ketika mau keluar, aku mengisi amplop itu dengan uang sebesar RP. 5000. Waktu aku memasukkan uang itu, aku tidak lupa berniat. “Nawaitu kama nawa salafuna soleh (aku niat sebagaimana niatnya ulama salaf yang saleh).” Begitulah niatku. Selain itu, aku juga niat pahala sedekah ini aku hadiahkan kepada semua keluargaku; ayah, ibu, kakak, adik, mbah dan seterusnya. Yang aku tahu, setiap pekerjaan baik yang dihadiahkan kepada orang lain maka pahalanya akan sampai. Setelah itu, aku masukkan amplop itu ke kardus berlubang yang memang disediakan oleh pantia. Terbesit di hatiku, suatu saat aku akan mengadakan kegiatan seperti ini di rumah.


    Mungkin benarlah, orang yang sedekah pasti akan dibalas lebih banyak. Besoknya, setelah sekolah aku mendapat salaman-templekamplop. Ketika aku lihat, ternyata berisi 50.000. Aku langsung teringat sedekahku tadi malam. Ah, pikirku. Bibirku sedikit tersenyum.
    Tiba-tiba, aku teringat cerita KH. Cholil bin Nawawi Sidogiri. Suatu saat, beliau sedih bukan main. Kesedihan itu beliau ungkapkan pada salah satu temannya. Kalian tahu kenapa beliau sedih? Karena setiap beliau sedekah, dibalas oleh Allah swt.. Kalau diriku? Sedih? Ya Allah... jauhkan diriku dari cinta dunia.

    Di sisi lain, aku kasihan pada anak yang memberiku uang itu. Aku ingin sekali mendoakannya. Aku jadi tersadar bahwa memberikan uang pada orang alim dan rajin beribadah itu penting. Sebab, jika kita bersedekah pada mereka, kita akan mendapat kasih sayang dari mereka. Meski aku juga yakin, mereka sama sekali tidak akan memeikirkan pemberian kita. Mereka tidak cinta dunia.
    Semuga kita menjadi orang yang murah tangan, Ikhlas, dan penyayang.... Amin.

    Lasiyama, Senin, 10, Muharram, 1436 H.


    1

    1 komentar

    • Melindha Chuls
      Melindha Chuls
      11 Juni 2015 pukul 13.02
      Subhanallah : ) kisah yang sangat menginspirasi..
      Reply