5 Manfaat Muhasabah Diri agar Masa Depan Lebih Berarti

Muhasabah diri itu sangat penting kita lakukan. Muhasabah diri memiliki manfaat besar terhadap masa depan kita. Dengan muhasabah diri kita bisa tahu sejauh mana tujuan kita tercapai, apa yang menjadi keunggulan kita, dan apa kekurangan kita.


Namun demikian, apakah kita sudah tahu manfaat muhasabah diri? Ada ada dalil al-Quran atau Hadis mengenai muhasabah diri? Apa arti muhasabah diri? Bagaimana cara muhasabah diri, dan adakah kisah muhasabah diri dari para ulama?

Manfaat Muhasabah Diri /freepik

Dalil Muhasabah Diri

Muhasabah diri menurut Islam adalah suatu keharusan. Banyak dalil baik al-Quran, hadits, atau perkataan sahabat yang berbicara tentang refleksi ini. Oleh karenanya, penulis tampilkan dalil muhasabah diri sebagaimana berikut:


      1.      Orang yang bermuhasabah diri adalah orang yang cerdas


Rasulullah saw. pernah bersabda,


الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من اتبع نفسه هواها وتمنى على الله


“Orang yang cerdas adalah orang yang (bermuhasabah diri lalu) menundukkan nafsunya dan menumpuk amal untuk kehidupan setelah mati. Sedang orang yang lemah (bodoh) adalah orang yang tunduk di bawah perintah nafsunya dan berharap kepada Allah (tanpa dibersamai dengan taubat).” (HR. Imam Trumudzi)


Imam Turmudzi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan orang yang “menundukkan nafsunya” adalah orang-orang yang bermuhasabah diri sebelum dihisab di akhirat.


Imam al-Mubarakfuri menambahi, orang yang cerdas adalah orang yang bermuhasabah diri, lalu mengontrol dirinya sehingga selalu taat kepada Allah swt..


      2.      Hitunglah amalmu di dunia sebelum dihitung di akhirat


Sayidin Umar pernah berkata,


حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا وتزينوا للعرض الأكبر وإنما يخف الحساب يوم القيامة على حاسب نفسه في الدنيا


“Hitunglah diri kalian (bermuhasabah dirilah) sebelaum kalian dihisab dan bersiaplah untuk hari pelaporan amal. Sesungguhnya hanya orang yang bermuhasabah diri di dunia, hisabnya diringankan kelak di akhirat.” (HR. Imam Turmudzi)


      3.      Lihatlah amalmu yang sudah berlalu


Allah swt. berfirman di dalam al-Quran,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ


“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyar: 18)


Syaikh Jamaluddin al-Qasimi mengatakan dalam kitabnya, Mau’idzah al-Mu’minin bahwa ayat ini mengajak kepada kita untuk muhasabah diri.


Arti Muhasabah Diri


Kata “Muhasabah” bentuk masdar dari fi’il madi “Hasaba”. Artinya menghitung. Dengan demikian, arti muhasabah diri adalah menghitung diri, menghitung apa yang telah dilakukan diri, menghitung apa yang telah dicapai oleh diri, dan seterusnya.


Dalam Islam, arti muhasabah diri tidak hanya sebatas itu. Muhasabah diri menurut Islam adalah menghitung-hitung perbuatan kita selama ini dan menghitung hasilnya, lalu diikuti dengan tindakan memperbaiki.


Cara Muhasabah Diri


Cara bermuhasabah diri, pertama kita siapkan waktu khusus. Waktu yang ideal adalah waktu yang sunyi untuk menyendiri. Lalu kita hitung amal-amal kita yang sudah berlalu.


Ada sebagian ulama yang menganjurkannya agar dilakukan di sore hari. Ada juga yang melakukan seselai salat Isyak sebelum tidur. Tapi, ya sesuaikan dengan kondisi kita. Kita cari waktu yang cocok.


Jika dalam proses muhasahab diri itu kita mendapati amal-amal positif, kita bersyukur kepada Allah. Tugas kita selanjutnya adalah menjadikannya lebih baik.


Jika ternyata amal kita buruk, maka kita beristighfar dan bertaubat kepada Allah. Karena arti muhasabah diri yang sebenarnya -sebagaimana pendapat Imam al-Qurthubi dalam al-Tadzkirah, terletak pada taubat. Yakni, bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha. Taubat yang sebenar-benarnya.


Kisah Muhasabah Diri


Imam Ibnu al-Arabi menulis dalam kitabnya, al-Futuhat al-Makkiyah, bahwa guru-guru beliau istikamah bermuhasabah diri setiap hari. Setiap selesai isyak, mereka menyendiri.


Kemudian, mereka menghitung-hitung apa yang telah dilakukan dalam sehari. Juga apa yang telah diucapkan dalam sehari itu. Jika perbuatan dan ucapan mereka baik, mereka bersyukur. Jika buruk, mereka beristighfar.


Setelah muhasabah diri selesai, mereka tidur.


Manfaat Muhasabah Diri


Muhasabah diri bagi kita adalah keharusan, karena kebutuhan. Kita butuh untuk bermuhasabah. Tentu, manfaat muhasabah diri sangat besar. Berikut ini 5 manfaat muhasabah bagi masa depan kita.


      1.      Meyadari kekurangan dan kelebihan


Manfaat muhasabah diri, kita bisa tahu apa saja kekurangan dan kelebihan kita. Misalnya, sebelum tidur, kita mencoba muhasabah. Apa saja kemampuan kita selama ini. Apa saja yang tidak bisa kita lakukan dalam hidup ini.


Dengan demikian, kita akan lebih arif kepada diri sendiri. Kita akan lebih fokus untuk mengembangkan kelebihan kita. Di waktu yang sama, rela dan lega pada apa yang kita tidak bisa.


      2.      Membuat kita lebih menghargai waktu


Saat kita melakukan muhasabah diri, kita akan menemukan aktivitas-aktivitas yang sia-sia. Kita akan mengetahui, kita kurang memanfaatkan waktu. Misalnya, suka menunda, tidak fokus, lama dalam menyelesaikan tugas, dan lain sebagainya.


Setelah itu, kita akan lebih menghargai waktu. Kita akan menggunakan hidup dengan hal-hal yang lebih esensi. Sebab, waktu adalah hal yang sangat berharga. Bahkan tidak ada jualnya.


Kata Syaikh Hasan al-Bashri, “Waktu itu tak ubahnya dirimu sendiri. Saat waktu berlalu, maka hilanglah bagian dari dirimu.”


      3.      Membuat kita lebih semangat menggapai cita-cita


Dengan bermuhasabah diri, kita bisa tahu, sudah sejauh mana kita menggapai keinginan kita. Sudah sampai mana kita mencapai tujuan kita. Juga, sudah berapa banyak keinginan kita yang sudah kita peroleh.


Bahkan, dalam suatu kesempatan, mungkin kita akan menyadari, kita kok gini-gini aja. Tahun sekarang sama dengan tahun lalu. Bulan sekarang sama dengan bulan lalu. Kok tidak ada perkembangan.


Kita tidak perlu menyalahkan diri kita. Muhasabah diri bukan untuk menyalahkan lalu menyesal tanpa ujung. Muhasabah diri untuk menyadari lalu memperbaiki.


Maka setelah itu, kita akan lebih semangat lagi. Kita lebih produktif, lebih solutif, dan lebih agresif untuk mencapai tujuan. Karena ciri-ciri orang modern itu bukan hanya agar sampai pada tujuan, tapi juga seberapa cepat dalam mencapainya.


      4.      Meraih pahala


Ketika kita bermuhasabah diri, kita akan mendapatkan pahala. Karena muhasabah diri adalah perintah Allah dalam al-Quran, juga anjuran Rasulullah. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Yang perlu diperhatikan, saat bermuhasabah kita niati lillah.


       5.      Menjadikan kita penduduk surga

Manfaat utama dari muhasabah diri adalah agar kita tahu sudah sebanyak apa amal baik kita dan seberapa banyak amal buruk kita. Sehingga kita menyadari, masih banyak yang harus kita syukuri dan kita sessali.


Syaikh al-Qasimi menulis, seyogyanya orang yang berakal itu melakukan muhasabah diri setiap hari berakhir. Sebagaimana pedagang menghitung dagangan dan hasilnya setiap sore. Tujuannya agar mengetahui, berapa laba dan kerugiannya.


Jika ada laba, maka bersyukur. Jika merugi, maka harus menembel kerugian itu. Caranya dengan lebih semangat lagi agar penghasilannya bertambah.


Jika hal itu kita lakukan, kita akan dibimbing oleh kesadaran untuk tambah baik. Sehingga kita sukses di dunia dan menjadi penduduk surga di akhirat.


Nah itulah 5 manfaat muhasabah diri. Semoga kita bisa memahami arti muhasabah diri dan bisa melakukannya sepenuh hati. Bismillah!

Related

Ngaji 5824380294159999509

5 komentarDefault Comments

  1. Manfaat terakhir sangat menggiurkan. Siapa yang tak ingin menjadi penduduk surga? Manfaat2 lainnya juga tak kalah luar biasa. Sudah sepatutnya kita sebagai manusia terus bermuhasabah.

    BalasHapus
  2. Sesuai pesan kanjeng Nabi, perbanyaklah mengingat kematian, agar selama hidup kita selalu berhati2

    BalasHapus
  3. Muhasabah membuat kita tak akan pernah puas untuk selalu berbuat baik, mengumpulkan amal sebanyak mungkin. Agar terwujudnya mimpi bersama menjadi penduduk di surga.

    BalasHapus
  4. paling gampang muhasabah pas mau tidur ya, daripada ngayal2 gaje kan. tapi gak sesuai tuntunan ulama ya, hihi

    BalasHapus
  5. Saya juga pernah mendengar kisah salafus sholeh yang bermuhasabah setiap akan tidur. Dulu pernah pengen coba juga, tapi susah sekali ternyata. Semoga ke depan bisa diikuti cara-cara itu. Insyaa Allah

    BalasHapus

emo-but-icon

Hot in week

Terbaru

Profil

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Komunitas

FLP
item