Mengharukan, Kisah Rasulullah Bersama Anak Yatim

 Kisah Rasulullah bersama anak yatim ini sangat menyentuh. Pelajaran bagi kita untuk membuka mata. Mungkin banyak orang di sekitar kita yang bernasib sama. Kisah Rasulullah bersama anak yatim itu sebagaimana berikut:

Kisah Rasulullah bersama anak yatim/istockfhoto.com


Suatu pagi, Rasulullah saw. pergi untuk menunaikan salat Id (hari raya). Tanpa sengaja, beliau melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain.

Di tempat tak jauh dari mereka, ada seorang anak yang menyendiri. Dia tampak kucel dan pakaiannya tidak rapi. Rasulullah terus memandangnya. Air mata anak itu menetes ke pipinya.

Rasulullah saw. menghampiri anak itu. Nabi bertanya, “Hai anak kecil, mengapa engkau menangis? Kenapa tidak bermain bersama teman-temanmu?”

Anak kecil itu tidak mengenal Baginda Rasulullah saw.. Dia juga tidak pernah melihat Rasulullah itu seperti apa.

Mendengar pertanyaan itu, anak kecil menjawab, “Pada suatu peperangan, ayahku meninggal di hadapan Rasulullah. Setelah itu ibuku menikah lagi. Ibuku menguasai semua hartaku. Kemudian, suami ibu mengusirku. Mau makan atau minum, aku kesulitan. Apa lagi rumah dan pakaian. Aku jadi anak gelandangan. Ketika aku melihat sahabat-sahabatku yang memiliki ayah, aku teringat ayahku. Lalu aku menangis.”

Hati Rasulullah tergugah. Ternyata anak kecil yang ada di depannya adalah anak yatim. Beliau tidak tega. Kasih sayang beliau menggelora. Lalu, Rasulullah saw. memegang tangan anak yatim itu. Lalu, berkata:

“Wahai anakku, apakah kamu mau jika diriku menjadi ayahandamu, Aisyah menjadi ibundamu, Ali menjadi pamandamu, Hasan dan Husen menjadi saudara laki-lakimu, serta Fathimah menjadi saudari perempuanmu?”

Anak yatim itu bahagia. Matanya berbinar-binar penuh asa. Ada cahaya yang mengalir perlahan dalam pandangannya. Harapannya tumbuh merona. Dia pun menyadari, orang yang ada di hadapannya adalah Baginda Nabi..

Kemudian, Rasulullah saw. membawa anak yatim itu ke rumah beliau. Rasulullah memakaikannya pakaian, memberinya makanan dan minuman, serta mengusapinya dengan harum-haruman.

Lalu, anak yatim itu keluar dari rumah Rasulullah saw.. Dia tampak bahagia sekali. Tawanya ranum dan menginspirasi. Teman-temannya melihat anak yatim itu heran. Sebelumnya dia menangis, sekarang tertawa.

“Engkau tadi menangis, sekarang engkau tertawa. Ada apa?” tanya teman-teman anak yatim itu.

“Sebelumnya aku kelaparan, sekarang aku kenyang. Sebelumnya aku tidak punya pakaian baru, sekarang aku memilikinya. Sebelumnya aku tidak punya keluarga, sekarang aku memiliki keluarga. Rasulullah menjadikanku anaknya. Saat ini waktunya aku berbahagia” jawab anak yatim itu.

Baca juga:

Begitulah kisah Rasulullah bersama anak yatim yang sangat mengharukan. Semoga kita bisa berbuat baik pada orang yang membutuhkan, terutama anak yatim. Amin.

*Disadur dari kitab Durrah an-Nâshihîn, karya Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad as-Syakir.

 

loading...

Related

Sejarah 4275828556937878785

Posting KomentarDefault Comments

emo-but-icon

Terbaru

    Hot in week

    Profil

    Contact Us

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Komunitas

    FLP
    item