7 Kisah Ulama Panutan Aswaja yang Bermimpi Bertemu Rasulullah saw

 Di kalangan ulama Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), bermimpi bertemu Rasulullah bukanlah hal yang aneh. Begitu banyak keterangan dalam kitab-kitab mengenai mimpi bertemu Rasulullah ini.

Bermimpi bertemu Rasulullah adalah hal yang istimewa. Dalam sebuah hadis dijelaskan, orang yang bermimpi bertemu Rasulullah, mimpinya pasti benar. Sebab setan tidak bisa menjelma menjadi Rasulullah.

Kisah Ulama bermimpi bertemu Rasulullah/pinterest


Bagaimana kalau dalam mimpi itu tidak sesuai dengan cirikhas Rasulullah sebagaimana dalam kitab-kitab? Insyaallah akan penulis jelaskan dalam artikel lain ya.

Dalam tulisan ini, penulis merangkum beberapa kisah ulama Aswaja yang bermimpi bertemu Rasulullah saw.:


1. Pernah Bermimpi Rasulullah, Laki-laki Ini Istikamah Membaca Sholawat

Suatu ketika, Syaikh Abdul Wahid bin Zaid menceritakan pengalaman hajinya. Konon, tokoh sufi itu naik haji dan ditemani seorang laki-laki. Laki-laki itu selalu membaca sholawat. Saat berdiri, duduk, bergerak, atau diam lisannya selalu basah dengan bersholawat kepada Baginda saw..

Sayikh Abdul Wahid bin Zaid penasaran, kenapa laki-laki itu begitu istikamahnya. Lalu Sayikah Abdul Wahid menanyakan hal itu.

Laki-laki itu pun bercerita. Suatu ketika, laki-laki itu berangkat ke Makkah bersama ayahnya. Kunjungan itu merupakan kunjungan pertama kalinya. Sepulangnya dari Makkah, laki-laki itu dan ayahnya bermalam di sebuah rumah. Tiba-tiba laki-laki itu bermimpi didatangi seseorang.

“Bangun! Sungguh ayahmu sudah meninggal dan wajahnya menghitam,” kata orang itu dalam mimpinya.

Laki-laki itu kaget dan terbangun. Dia langsung melihat ayahnya dan membuka kain yang menutupi wajah ayahnya. Ternyata benar, ayahnya sudah wafat. Wajahnya menghitam. Laki-laki itu kaget bukan kepalang. Ada rasa takut di hatinya.

Tapi, entah kenapa dia sangat mengantuk. Kantuknya tidak bisa ditahan. Lalu, tanpa terasa laki-laki itu tertidur.

Dalam tidurnya, dia melihat ayahnya dalam kondisi mengerikan. Di sisi kepala sang ayah ada empat orang yang membawa alat pukul yang terbuat dari besi. Syahdan, datanglah seorang laki-laki yang berwajah tampan. Pakaiannya serba hijau.

“Kalian pergilah,” usir laki-laki tampan itu. Kemudian, laki-laki tampan itu mengusap wajah mayit lalu menghampiri si anak.

“Berdirilah, Allah telah memutihkan wajah ayahmu,” ucap laki-laki tampan itu

“Siapakah engkau?” Tanya laki-laki yang ayahnya meninggal.

“Aku adalah Muhammad,” jawab laki-laki tempan.

Ketika bangun dari tidurnya, teman Syakah Abdul Wahid itu melihat ayahnya. Wajahnya telah menjadi putih dan cerah. Sejak bermimpi bertemu Rasullah itulah, lisan laki-laki itu selalu basah dengan sholawat.

 

2. Kata Rasulullah: Umatku Membunuh Anakku

Suatu hari, Sayidina Abdullah bin ‘Abbas terbangun dari tidurnya. Dia mengucapkan, “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun.” Kemudian, sahabat junior itu mengatakan bahwa Sayidina Husain, cucu Rasulullah telah terbunuh. Abdullah bin Abbas sampai bersumpah untuk meyakinkan teman-temannya. Tapi, teman-teman Ibnu ‘Abbas tidak percaya.

Setelah itu, Abdullah bin ‘Abbas bercerita bahwa dia bermimpi bertemu Rasulullah saw.. Dalam mimpinya, dia melihat Rasululllah sedang membawa gelas kaca yang berisi darah.

“Apakah kamu tahu apa yang diperbuat umatku setelah aku tiada? Mereka membunuh anakku Husain. Ini darahnya dan darah sahabat-sahabatnya. Aku akan melaporkannya kepada Allah,” kata Rasulullah.

Setelah mendapat 24 hari dari mimpi itu, datanglah kabar bahwa Sayidina Husain terbunuh di hari Sayidina Abdullah bin ‘Abbas bermimpi bertemu Rasulullah itu.


3. Sayidina Ali Benar, Sayidina Muawiyah Mendapatkan Ampunan

Umar bin Abdul Aziz pernah menceritakan bahwa dia pernah bermimpi bertemu Rasulullah. Dalam mimpinya itu, dia melihat Rasulullah sedang duduk. Di samping beliau ada Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar. Lalu, Umar bin Abdul Aziz mengucapkan salam dan ikut duduk bersama mereka.

Syahdan, datanglah Sayidina Ali dan Sayidina Muawiyah. Keduanya dibawa oleh seseorang dan dimasukkan ke dalam sebuah rumah. Lalu, pintunya ditutup.

Tak selang beberapa lama, Sayidina Ali keluar dan berkata, “Demi Allah, telah diputuskan untukku (bahwa Sayidina Ali yang benar dalam perbedaan sikap dengan Sayidina Muawiyah)”. Lalu Sayidian Muawiyah juga keluar. Sayidina Muawiyah mengatakan, “Demi Tuhan Kakbah, Allah telah mengampuniku.”

 

4. Memohon Bacaan Istighfar dari Rasulullah saw.

Sebagaian masyaikh bermimpi bertemu Rasulullah saw.. Dalam mimpinya itu, dia meminta kepada Rasulullah agar berkenan membaca istighfar untuknya. Tetapi, Rasulullah tidak berkenan. Beliau berpaling.

Lalu, masyaikh itu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Sufyan bin Uyaynah bercerita dari Muhammad bin al-Munkadir, dari Jabir bin Abdullah, bahwa sesungguhnya jika engkau diminta, engkau tidak akan mengatakan “tidak”.

Rasulullah pun menoleh kepadanya dan berdoa, “Semoga Allah mengampunimu.”

5. Sayidina Umar Ditegur Rasulullah

Sayidina Umar bin Khattab bercerita, bahwa dia pernah bermimpi bertemu Rasulullah (kemungkinan setelah Rasulullah wafat). Dalam mimpi itu, Sayidina Umar mendapati Rasulullah enggan melihatnya. Lalu Sayidina Umar bertanya, kenapa Rasulullah kenapa tidak berkenan melihat Sayidina Umar.

Lalu Rasulullah menoleh kepada Sayidina Umar dan berucap, “Bukankah Engkau mencium (wanita halalmu), padahal kamu sedang berpuasa?”

Setelah kejadian itu, Sayidina Umar tidak pernah mencium istrinya saat sedang berpuasa.

Kisah di atas disadur dari kitab Ihya’ Ulumiddin, karya Imam al-Ghazali.

 

6. Kitab Akidatul Awam Diajarkan oleh Rasulullah Lewat Mimpi

Diceritakan dalam kitab Jala’ al-Afham Syarh Aqidah al-Awam, bahwa pengarang ‘Aqidatul ‘Awam, Syaikh Ahmad Marzuqi al-Maliki al-Makki bermimpi bertemu Rasulullah. Di sekeliling Rasulullah ada para sahabat.

Lalu Rasulullah berkata pada Syaikh Ahmad Marzuqi:

“Bacalah nadham tauhid!  Nadham yang siapa pun menghafalnya, maka akan masuk surga, akan meraih kebaikan, dan mengikuti al-Quran dan Hadis.”

Syaikh Ahmad Marzuqi bertanya, “Seperti apakah nadham tauhid itu wahai Rasulullah?”

Mendengar pertanyaan itu, para sahabat yang ada di sekeliling Rasulullah angkat bicara.

“Dengarkanlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah,” kata para sahabat itu.

Kemudian, Rasulullah membacakan nadham kitab tauhid keramat itu. Syaikh Ahmad Marzuqi bemimpi Rasulullah sampai dua kali. Kitab Aqidatul Awam itu dipelajari hingga kini di pesantren-pesantren NU.

 

7. Pendekar Akidah Bermimpi Bertemu Rasulullah

Imam Asy’ari yang menjadi panutan NU dalam akidah Aswaja  pernah bermimpi bertemu Rasulullah. Bahkan mimpi itulah yang membawanya dari faham Muktazilah kepada faham Ahlussunah Wal Jamaah.

Dikisahkan dalam kitab Thabaqat as-Syafi’iyah, bahwa pada suatu malam di bulan Ramadan, Imam Asy’ari bermimpi bertemu Rasulullah saw.. Dalam mimpinya itu, Rasulullah berkata, “Wahai Ali, tolonglah madzhab yang diriwayatkan dariku. Karena sesungguhnya madzhab itu benar.”

Baca juga:

Mimpi itu berulang sampai tiga kali. Imam Asya’ari pun membuang faham Muktazilahnya dan pidanh ke faham Aswaja. Sejak itulah Imam Asyari menjadi pendekar yang membela faham Islam yang benar.

Itulah kisah para ulama yang bermimpi bertemu Rasulullah saw.. Semua ulama yang diceritakan di atas merupakan ulama panutan Aswaja. Semoga kita bisa bermimpi Baginda. Amin.

 

Related

Ngaji 49121817277542538

Posting KomentarDefault Comments

emo-but-icon

Hot in week

Terbaru

Profil

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Komunitas

FLP
item