Ketika Orang Tua Menunggu Kiriman Doa

loading...
Dalam Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa diantara faidah nikah adalah memiliki anak. Anak yang akan mendoakannya.

Doa anak adalah hal yang bermenfaat untuk orang tua. Apa lagi ketika orang tua sudah meninggal. Dia sangat menunggu doa dari anak.

Kata Sayyid Muhammad Al-Maliki, pahala sebesar sayap nayamuk pun sangat berharga bagi mereka yang sudah meninggal.

Sungguh kasihan orang tua yang tidak punya anak. Sungguh kasihan orang tua yang punya anak, tapi tidak mendoakan.

Sungguh tega seorang anak yang tidak sempat mendoakan orang tuanya. Tega!

Mendoakan orang tua, paling sedikit 5 kali sehari-semalam. Setiap selesai sholat fardu.



Atau, bersedekah saja, lalu pahalanya diperuntukkan orang tua. Insyaallah orang tua yang sudah meninggal sangat bahagia.

Ada cerita. Kurang lebih begini:
Ada seorang yang tidak pernah mengirimi pahala kepda orang tuanya. Sholat saja tidak, apa lagi mengirimi pahala.

Suatu malam, dia bermimpi ayahnya. "Nak, kuburan ayah siram po'o!" Ketika siang menjelang, anak itu mengambil wadah dan dipenuhi air. Ingin menyiram kuburan ayahnya.

Di tengah jalan, dia bertemu sahabatnya. Lalu dia menceritakan mimpinya.
Sang teman memberi arahan untuk menyiram kuburan ayahnya dengan sedekah. Bukan dengan air. Siraman air ke kuburan apa gunanya ?

Si anak pun bersedekah. Pahalanya dia hadiahkan untuk sang ayah.

Gak jadi nyirma kuburannya. Hehehe

Lama-lama, anak bermimpi lagi. Sang ayah begitu bahagia. Begitulah kurang lebih.

Semoga kita menjadi anak yang senantiasa mendoakan orang tua. Amin !


#BlogGram
Dipost 21 Juni 2017

Related

BlogGram 3126917987914853127

Post a CommentDefault Comments

emo-but-icon

Ads

Hot in week

Recent

Comments

randomposts

Profil

item