Bahagia karena Do'a

Suatu ketika, saya PM di Pagesangan. Orang yang saya kunjungi adalah orang sakit dan lumpuh. Kalau tidak salah, namanya Mbah Surip.

Sama sekali saya tidak bisa berbicara dengan kakek tua itu. Saya hanya bisa bicara dengan istrinya dan salah satu anaknya. Kakek tua itu tampaknya hanya bisa berbaring. Tidak bergerak sama sekali.


Saya julurkan tangan ke dahi kakek itu. Hangat. Lalu, aku mengajak sang istri untuk berdoa bersama. Saya yang mengucapkan doa, dia mengamininya.
Setelah doa selesai, anak kakek itu muncul dari dapur. Membawa teh hangat. Kami berbincang-bincang. Wanita yang kira-kira berumur 30-an itu mengajukan banyak pertanyaan. Katanya, dia heran. Kok ada orang yang baru kenal langsung silaturrahim gitu?

Saya tersenyum saja. Dan, kami terus ngobrol. Tampaknya, keluarga yang saya kunjungi ini bahagia sekali. Bahkan, ketika saya pamit pulang, si anak meminta saya untuk sering-sering berkunjung ke rumahnya.

Ada satu perkataan yang sangat saya ingat dari keluarga ini. Anak itu bilang, "Kalau materi kami tidak butuh. Yang kurang di sini adalah do'a ini." Kurang lebih begitulah ucapnya.

Saya sadar, ternyata sesuatu yang sederhana, kadang bagi orang lain adalah sesuatu yang luar biasa. Hanya ucapan do'a saja, orang lain begitu bahagia. Maka, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun.

Related

My Story 7589469070809335471

Post a CommentDefault Comments

emo-but-icon

Toko Buku

Toko Buku
Sinopsis atau mau pesan: silahkan klik gambar!

Populer

Terbaru

Profil

item