Menjadi Pemimpin Itu Musibah

كلكم مسؤل عن رعيته
Setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang menjadi tanggung jawabnya (yang dipimpinnya).
.
Hadis ini sebenarnya panjang. Menjelaskan tentang tanggung jawab. Tanggung jawab raja pada rakyatnya, suami pada istrinya, istri pada isi rumah suaminya.
.
Tanggung jawab bisa dimiliki siapa saja. Rakyat pun memiliki tanggung jawab. Artinya, setiap orang memiliki kewajiban sesuai posisinya.
.
Sumber foto: republika

Mengenai hadis di atas, Rasulullah ingin menegaskan siapa pun orangnya, siapa pun yang dipimpinnya, dan apa pun tanggung jawabnya kelak akan ditanya di akhirat.
.
Oleh karenanya, seseorang yang diamanahi tanggung jawab, dia memiliki kewajiban menjalankan sebaik-baiknya. Baik dalam masalah dunia maupun akhirat.
.
Tabggung jawab bukan anugerah. Bahkan bisa menjadi musibah.
.
Maka tak heran jika Sayyidina Umar bin Khattab tidak berkenan menunjuk putranya sebagai pengganti setelah beliau wafat.
.
Kata beliau kurang lebih; Jika urusan ini (menjadi pemimpin umat Islam) baik, maka keluarga Umar sudah merasaknnya. Tapi jika jelek, cukuplah Umar yang disiksa.
.
Atau ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah Bani Umayyah. Cicit Umar bin Khtaab itu tidak mengucapkan Alhamdulillah, tapi Innalillah. Sebab menurut beliau, tanggung jawab itu musibah bukan anugerah.
.
#BlogGram

Related

BlogGram 4192860069962333476

Post a CommentDefault Comments

emo-but-icon

Toko Buku

Toko Buku
Sinopsis atau mau pesan: silahkan klik gambar!

Populer

Terbaru

Profil

item