Lelah Mencintai Tanpa Dicintai (2)


Cinta itu penyakit. Ada yang bisa diobati ada yang tidak bisa. Bisa diobati jika cintanya biasa-biasa saja. Tidak bisa diobati jika cintanya sudah sangat tinggi kadarnya.

Bahkan, jika cinta itu sampai pada puncaknya, maka akan membuat empunya gila. Buktinya banyak, seperti kisah Majnun dan Laila.

Obatnya bagaimana? Gini, cinta itu bisa melemah juga bisa menguat. Melemah jika ada yang melemahkan. Menguat jika ada yang menguatkan.


Jika ingin menguat, carilah penguatnya. Lalu tempa dengan baik. Jika ingin melemah lalu menghilang, carilah sebab-sebab yang membuatnya lemah.

Maka, jika ingin melupakannya, gak usah lihat dia, gak usah chat dia, gak usah dekat-dekat dia, biar cinta itu melemah lalu menghilang.

Kata temen-temen twitter, jika kamu tahu cintamu bertepuk sebelah tangan, mundur pelan-pelan lalu menghilang. Biar sembuh. Kalau sudah sembuh, bisa kembali lagi. hehehe..

Api Itu Membakar, Maka Belajarlah Memadamkannya

Imam Ibnu Jauzi mengumpamakan cinta itu seperti api dan air. Api pasti membakar. Kita tidak bisa melarang api untuk tidak membakar. Keharusan kita adalah belajar bagaimana memadamkannya.

Cinta itu seperti air. Bisa membuat orang tenggelam. Kita tidak bisa menyuruh air agar tidak menenggelamkan orang. Yang kita bisa adalah belajar berenang agar tidak tenggelam.

Oleh karenanya, hati bisa mencintai. Siapa saja dan di mana saja. Bahkan ada cinta yang dharuri ( tanpa sengaja dan tidak bisa ditolak. Tiba-tiba jatuh cinta).

Biarkan begitu. Kita tidak bisa melarang hati untuk mencintai. Yang kita bisa adalah mengatur hati agar tidak terlukai. Atau mengobatinya saat tersakiti.

Munajat Cinta

Puncak cinta itu dalam munajat. Keindahan cinta jika berakhir dalam munajat. Kenikmatan cinta jika bercumbu dalam munajat.

Maka kata Imam Ibnu Jauzi, jika kamu mencintai, bermunjatlah kepada Allah. Jika kau sulit mendapatkan cintamu, bermunajatlah kepada Allah. Pinta kepada-Nya. Semoga saja Allah memudahkannya.

Baca juga:


Yang jelas, banyak orang yang juga mendoakan agar mendapatkannya. Kuatkan doamu agar menang saat bertarung di langit sana. hehehe

Jadi teringat cerita sahabat dulu… Katanya, saat merindukan seseorang, maka dia membaca Al-Fatihah. Al-Fatihah itu diperuntukkan untuk orang yang dirindukan. Alhamdulillah, setelah selesai baca Fatihah, rindunya sembuh. Paling tidak tambah ringan.

Silahkan dicoba….

Terakhir… untukmu, Al-Fatihah…. (+_+)
Salam… Sahabatmu

Baca juga: 


Related

Nongkrong 188906320910554878

1 commentDefault Comments

  1. Udah baca buku tarbiyatul aulad karya Abdullah Nasikh Ulwan? Insya Allah disana dibahas juga tentang cinta.

    ReplyDelete

emo-but-icon

Toko Buku

Toko Buku
Buku anak. Cerita bergambar. Diskon menjadi Rp. 120.000 sampai 31 Oktober.

Populer

Terbaru

Profil

item